Koinons — Hermes Agent kembali mendapat pembaruan besar yang semakin memperjelas arah pengembangan AI agent open-source dari Nous Research. Versi terbarunya, Hermes Agent v0.21.1, dirilis pada 7 September 2026 sebagai patch release yang merangkum perkembangan terbaru sejak v0.21.0.

Meski disebut sebagai patch release, perubahan yang masuk dalam periode tersebut cukup besar. Nous Research mencatat ada 5.139 commit non-merge, 4.364 file yang berubah, dan 632 pull request yang di-merge sejak v0.21.0. Pembaruan tersebut mencakup arsitektur internal, performa, model dan provider baru, kontrol desktop, browser, MCP, sistem cron, hingga peningkatan keandalan delegasi pekerjaan.

Namun, perubahan yang paling menarik bukan sekadar jumlah commit tersebut. Hermes kini mulai membangun sistem di mana beberapa AI agent dapat bekerja bersama, menyimpan konteks pekerjaan, saling mengirim pesan, dan menjalankan tugas tanpa harus terus-menerus diarahkan manusia.

Dari Satu Asisten Menjadi Sekumpulan Agent

Perubahan ini mulai terlihat jelas sejak Hermes Agent v0.21.0 yang dirilis pada 31 Agustus.

Melalui fitur Bot Mode, Hermes membawa konsep multi-agent langsung ke aplikasi desktop. Setiap agent dapat memiliki nama dan avatar sendiri, kemudian ditempatkan dalam sebuah group chat bersama agent lain dan pengguna.

Pengguna dapat menyebut agent tertentu menggunakan mention ketika membutuhkan bantuannya. Dengan demikian, beberapa agent dapat berada dalam satu percakapan tetapi mengerjakan fungsi yang berbeda.

Konsep tersebut cukup berbeda dari AI assistant biasa. Pada sistem tradisional, pengguna berbicara dengan satu model dan model tersebut mengerjakan semua hal yang diminta. Hermes mencoba membuat model yang lebih menyerupai sebuah tim.

Misalnya, satu agent dapat menangani riset sementara agent lain mengerjakan coding. Hasil dari agent pertama kemudian dapat diberikan kepada agent kedua tanpa harus selalu melewati pengguna sebagai perantara.

Nous Research bahkan menambahkan perintah hermes peer yang memungkinkan satu agent mengirim pesan langsung kepada agent Hermes lainnya. Komunikasi tersebut dapat dilakukan lintas profile dan gateway, sementara percakapannya tetap tersimpan di Bot Chat sehingga dapat diperiksa kembali.

Perubahan ini membuat istilah multi-agent pada Hermes bukan lagi sekadar mekanisme internal untuk membagi pekerjaan. Interaksi antar-agent sekarang menjadi bagian yang bisa dilihat dan digunakan secara langsung.

Agent yang Tidak Lagi “Lupa” Setelah Menjalankan Tugas Terjadwal

Hermes juga memperbaiki sistem cron yang digunakan untuk menjalankan pekerjaan secara otomatis berdasarkan jadwal.

Sebelumnya, konsepnya relatif sederhana. Pengguna memberikan instruksi dan menentukan kapan instruksi tersebut dijalankan. Sekarang, cron agent dapat menggunakan persistent memory sehingga pekerjaan yang dilakukan pada satu waktu dapat menjadi konteks untuk pekerjaan berikutnya.

Fitur continuity=true memungkinkan hasil dari satu proses diteruskan ke proses berikutnya. Hermes juga memberikan setiap pekerjaan terjadwal sebuah scratchpad yang dapat digunakan untuk menyimpan catatan.

Perubahan ini berguna untuk pekerjaan monitoring.

Sebuah agent yang ditugaskan memantau sesuatu setiap pagi, misalnya, dapat mengetahui apa yang sudah dilaporkannya sebelumnya. Dengan begitu, agent tidak harus terus mengulang informasi yang sama ketika tidak ada perubahan baru.

Hermes bahkan dapat melewati pemanggilan model ketika sistem mendeteksi tidak ada perubahan yang perlu dilaporkan.

Dengan mekanisme tersebut, scheduled agent mulai terasa lebih seperti sebuah proses yang berjalan terus-menerus daripada sekadar prompt yang dijalankan berulang kali.

Pekerjaan yang Didelegasikan Bisa Diubah di Tengah Jalan

Perubahan lain terjadi pada sistem delegasi Hermes.

Ketika agent utama memberikan pekerjaan kepada subagent, pengguna sekarang dapat melihat agent yang sedang berjalan dan memberikan arahan baru sebelum pekerjaan tersebut selesai. Pekerjaan juga dapat dihentikan lebih awal dan hasil parsialnya tetap digunakan.

Hermes menambahkan validasi output menggunakan JSON Schema untuk pekerjaan tertentu serta menampilkan biaya setiap delegasi. Sistem tersebut juga meningkatkan batas default menjadi hingga 250 iterasi dan 10 child agent secara bersamaan.

Ini membuat proses delegasi menjadi lebih terkontrol.

Sebelumnya, konsep delegasi AI agent sering terasa seperti menyerahkan pekerjaan kepada sistem lain lalu menunggu hasil akhirnya. Dengan kontrol baru tersebut, agent utama maupun pengguna dapat mengoreksi arah pekerjaan ketika proses masih berjalan.

Bagi sistem multi-agent, kemampuan seperti ini penting karena pekerjaan yang kompleks tidak selalu dapat direncanakan dengan benar sejak awal.

Browser Sekarang Bisa Benar-Benar Dikendalikan Agent

Hermes juga memperluas kemampuan browser bawaannya.

Pada versi sebelumnya, browser lebih banyak berfungsi sebagai tampilan yang dapat digunakan agent untuk melihat halaman. Dalam pembaruan ini, agent dapat menavigasi halaman, melakukan klik, dan membaca konten secara langsung.

Halaman yang sedang digunakan agent juga dapat dibuka di browser sistem dengan konteks link yang tetap tersedia.

Artinya, Hermes semakin dekat dengan konsep agent yang benar-benar bekerja menggunakan komputer.

Agent tidak hanya dapat menjawab pertanyaan mengenai sebuah website. Ia dapat membuka halaman, berpindah antarhalaman, membaca informasi, dan melakukan tindakan berdasarkan instruksi yang diberikan.

Untuk pekerjaan seperti membaca dokumentasi, melakukan riset web, atau membantu melakukan debugging aplikasi web, kemampuan tersebut dapat mengurangi jumlah langkah yang sebelumnya harus dilakukan pengguna secara manual.

MCP Diubah Menjadi Pusat Pengelolaan Tools

Hermes juga merapikan integrasi Model Context Protocol atau MCP.

Dalam v0.21.0, server MCP dan katalog tools digabungkan menjadi satu halaman pada aplikasi desktop. Pengguna dapat memasukkan konfigurasi melalui antarmuka tersebut, sementara Hermes menjalankan health check di belakang layar.

Sistem juga dapat memberikan peringatan apabila autentikasi sebuah MCP server perlu diperbarui sebelum tool digunakan.

Hermes menambahkan tampilan penggunaan dan estimasi biaya berdasarkan server, termasuk perkiraan token schema dan penggunaan selama 30 hari. Ada pula deep link hermes:// yang dapat digunakan untuk memasang MCP server dengan konfirmasi dari pengguna.

Perubahan ini penting karena semakin banyak kemampuan yang dapat ditambahkan ke AI agent melalui MCP.

Ketika jumlah tools mulai bertambah, pengelolaan puluhan server melalui file konfigurasi menjadi semakin merepotkan. Hermes mencoba mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih menyerupai command center.

Dukungan Model dan Provider Juga Diperluas

Hermes tidak mengikat agent pada satu model AI.

Dalam v0.21.0, Hermes menambahkan dukungan untuk sejumlah provider baru, termasuk Meta Model API dengan Muse Spark, CommandCode, Tencent TokenPlan, Nebius Token Factory, Ramp Router, dan Actual Computer.

Katalog modelnya juga diperbarui dengan beberapa model baru, termasuk Qwen 3.8 Max dan Flash, Gemini 3.7 Flash, GLM-5.3-Flash, MiniMax M3, serta Nemotron 3.5 Lightning. Hermes juga memperkenalkan model_overrides yang memungkinkan pengguna mengubah informasi seperti context window dan pricing model tanpa menunggu pembaruan aplikasi berikutnya.

Pendekatan ini membuat Hermes lebih mirip sebuah platform agent daripada aplikasi yang bergantung pada satu model tertentu.

Model yang digunakan dapat berubah mengikuti kebutuhan, sementara kemampuan seperti memory, tools, browser, scheduling, dan delegation tetap berada di lapisan Hermes.

Semakin Otonom, Keamanan Juga Diperketat

Ada konsekuensi dari semua kemampuan tersebut.

Semakin banyak akses yang diberikan kepada agent, semakin besar pula dampak jika agent mendapatkan instruksi berbahaya melalui prompt injection.

Karena itu, Hermes memperketat perlindungan terhadap file yang berisi instruksi permanen untuk agent. File seperti AGENTS.md, skills, dan memory store kini membutuhkan persetujuan ketika hendak ditulis.

Tujuannya adalah mencegah agent yang terkena prompt injection mengubah instruksi permanennya sendiri secara diam-diam.

Hermes juga melakukan perbaikan terhadap redaksi informasi sensitif yang dapat muncul melalui terminal error, pembacaan file .env, checkpoint, dan ACP logs.

Langkah ini menunjukkan bahwa pengembangan Hermes tidak hanya berfokus pada membuat agent semakin bebas melakukan sesuatu. Ketika kemampuan agent meningkat, mekanisme untuk membatasi dan mengawasi agent juga harus ikut berkembang.

v0.21.1 Bukan Rilis Fitur Baru Besar

Ada satu hal yang perlu diperjelas agar tidak salah membaca nomor versinya.

Hermes Agent v0.21.1 sendiri merupakan patch release. Nous Research mengatakan versi tersebut dibuat untuk menggulung perkembangan terbaru dari branch utama sejak v0.21.0 agar dapat digunakan oleh deployment dan pengguna downstream.

Fitur seperti Bot Mode, komunikasi antar-agent, cron dengan memory, live delegation, MCP command center, dan kemampuan mengendalikan browser berasal dari perkembangan yang diperkenalkan dalam lini v0.21.0 dan patch setelahnya.

Nous Research bahkan mengatakan bahwa release note yang lebih lengkap untuk seluruh perubahan tersebut baru akan diberikan bersama v0.22.0.

Jadi, menyebut v0.21.1 sebagai versi yang “baru saja menambahkan semua fitur tersebut” tidak sepenuhnya tepat.

Yang lebih akurat adalah mengatakan bahwa v0.21.1 menjadi rilis terbaru yang membawa rollup perkembangan besar Hermes sepanjang lini v0.21.x.

Hermes Mulai Mengarah ke “Tim AI”

Jika melihat perubahan tersebut secara keseluruhan, arah Hermes menjadi semakin jelas.

AI agent tidak lagi diposisikan sebagai satu chatbot yang menunggu perintah pengguna. Hermes mencoba membangun lingkungan di mana beberapa agent dapat memiliki identitas sendiri, berkomunikasi, mengingat pekerjaan sebelumnya, menjalankan tugas secara berkala, menggunakan browser, memakai tools melalui MCP, dan mendelegasikan pekerjaan kepada agent lain.

Itulah perubahan paling menarik dari Hermes.

Bukan sekadar membuat satu model menjadi lebih pintar, tetapi membuat sekelompok agent mampu bekerja sebagai sebuah sistem.

Perkembangan ini juga menunjukkan arah baru dalam persaingan AI agent. Pertanyaannya perlahan bergeser dari model mana yang memiliki benchmark paling tinggi menjadi seberapa jauh sebuah agent dapat bekerja secara mandiri setelah diberi sebuah tujuan.

Hermes masih terus berkembang dan belum berarti seluruh pekerjaan dapat diserahkan begitu saja kepada agent. Namun dengan perkembangan pada lini v0.21.x, jarak antara “AI assistant” dan “AI worker” mulai terlihat semakin tipis.